Melintasi Masjid Cirebon Jawa Barat

by on August 23, 2017

Melintasi Masjid Cirebon Jawa Barat

Melintasi Masjid Cirebon Jawa Barat

Melintasi Masjid Cirebon Jawa Barat

Reno masih membeli es lilin kesukaannya saat para pekerja masih sibuk mengerjakan bangunan Masjid di Daerah Kecamatan Pasaleman Cirebon Jawa Barat. Waktu itu pembangunan sekira harus segera selesai karena musim bulan ramadhan akan tiba, karena tinggal mesikan 4 bulan lagi, pengkerjaan Masjid yang dilakukan secara gotong royong itu dikebut, dan hamper warga bahu membahu meski tetap ada kesibukannya masing-masing mereka selalu berjanjian untuk mengerjakannya sehingga hamper setiap hari tidak kurang dari 10 warga ikut membantu membangun Masjid. Sementara pekerja tetapnya adalah 4 orang tukang dan arsitek sekaligus, rencananya pembangunan ini juga akan diperluas guna menampung warga yang akan melaksanakan salat ied nantinya. Sehingga, sudah ada 1 ha tanah warga yang dihibahkan kepada pihak Masjid. Tapi pada saat itu, Reno yang tugas sebenarnya hanya bermain karena usianya belum genap lima tahun itu justru asyik bermain sama teman-temannya sambil menemani ayah mereka bekerja. Kebetulan ada penjual es lilin yang lewat, jadi Reno minta uang dulu ke ayahnya, tapi ayah yang tidak sedang membawa uang minta reno untuk meminta ke ibunya yang waktu itu masih sibuk memasak buat pekerja di Masjid.

Setelah mendapat apa yang dia inginkan, Reno kembali bermain lagi sambil terus mengitari sisa-sisa pembangunan Masjid karena bangunannya masih basah membuat ayah Reno marah karena bisa merusak deain bagungan nantinya. Reno pun diminta pulang, tapi karena membandel Reno tetap bermain sama Azam dan Khoir teman lainnya. Tapi kali ini dia hanya bermain bola di pelataran saja tanpa menginjakkan kaki di Masjid agar tidak mengganggu orang-orang yang sedang sibuk mengejar penyelesaian pembangunan. Masih banyak yangh harus dilakukan para pekerja ini lantaran sudah mulai siang mereka memilih untuk sementara istirahat sejenak sambil menikmati hidangan yang disajikan oleh para ibu yang memang sudah sibuk dari pagi untuk menyiapkan jajanan dan makan siang para pekerja disana.

Siang itu, Reno dengan beraninya mengambil mikropon dan langsung mengumandangkan adzan Dhuhur, sehingga semuanya terkejut dengan sikap reno yang pemberani ini. Tyapi ini membuat Ayahnya merasa bangga dengan anak pertama ini karena sudah bisa adhan dengan lancer tidak rugi ayahnya meminta dia untuk belajar mengaji di TPQ setempat. Reno memang anak yang tekun dalam belajar agama tapi dia juga juaranya di sekolah PAUD, karena di usianya saja dia sudah bisa membaca dan menulis meski masih cukup kurang lancer tapi diwajarkan saja karena tekadnya ini sangat besar untuk belajar. Reno merupakan Pasangan dari ayah Muhammad Rais dan ibu Muryani dari pasangan keluarga yang berkecukupan secara materi dan dia adalah anak pertama dari kedua pasangan ini.

Amor

Penjual Pentol di Masjid Ngawi Jawa Timur

by on August 23, 2017

Penjual Pentol di Masjid Ngawi Jawa Timur

Penjual Pentol di Masjid Ngawi Jawa Timur

Penjual Pentol di Masjid Ngawi Jawa Timur

Jajanan pentol sedang naik daun pada tahun-tahun terakhir, karena makanan tersebut selain murah, bergizi juga disukai oleh banyak kalangan. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua suka dengan jajanan ini. Harganya juga sangat pas dikantong, dengan 5 ribu bisa sudah mengenyangkan perut. Makanya, pedagang pentol ini sudah mulai menjamur dimana-mana, tidak terkecuali pedagang pentol yang ada di sekitar Masjid besar Ngawi Jawa Timur.

Kebetulan, pada waktu itu memang sedang mengikuti kegiatan Diklat pengurus karangtaruna di Masjid besar itu. Di Masjid itu memang sedang ada pertemuan karangtaruna Masjid dimana akan diadakan pembahasan tentang kinerja untuk menunjang serta membuat akhlak pemuda lebih baik lagi. Terutama untuk para pemuda yang saat ini memang membutuhkan bimbingan khusus agar senang pergi ke Masjid. Makanya, pada saat itu dibahas selainĀ  kinerja juga diskusi kegiatan yang sekiranya bisa sangat pas untuk membuat anak muda mudi kembali senang di Masjid.

Lagi asyiknya ngebahas, tiba-tiba ada mood yang berubah untuk ingin makan, dan makanan yang paling dinginkan adalah pentol. Memang makanan yang satu ini selalu menjadi fovorit dimanapun berada. Kemudian inginĀ  sekali pergi kedepan Masjid untuk sekedar mencari pengganjal perut itu.

Mata pun tertuju pada keberadaan pedagang pentol dengan gerobak hijau yang bertuliskan Pentol khas Ngawi. Kayaknya enak bener tuh makanan, dan tanpa tanggung-tanggung langsung membeli dengan jumlah yang cukup banyak biar bisa dimakan secara bareng-bareng nantinya. Yang jelas sama rombongan dari rumah.

Sambil menunggu, karena memang antri juga kita sempatkan ngobrol dengan pedagang tersebut. dia menceritakan tentang omset penjualannya yang bisa mencapai Rp. 3 juta rupiah per bulannya. Wau banyak sekali ternyata itupun katanya ketika ramai bisa mencapai segituan, dan dia yang lama-lama namanya ternyata Bapak Saiman ini sudah berjualan pentol puluhan tahun sekitar sepuluh tahunan. Dan dia selalu berkeliling dari desa ke desa ketika sore atau malam hari, tapi kalau pagi hingga siang pilih di tempak sekolah-sekolah yang memang banyak anak mencari makanan disitu.

Setelah melakukan obrolan dari panjang sampai lebar, akhirnya dapat giliran dilayani juga dan setelah bisa mendapatkan langsung kita bawa ke teman-teman yang sedang asyik ngobrol itu. Setelah hampir setengah waktu hari kita dan hasil dari pertemuan itu harus segera kita bawa ke Masjid untuk dipraktekan di Desa nanti agar yang muda dan mudi bisa kembali berbahagia di Masjid.

Amor