Tata Cara Mandi Wajib Haid yang Benar

by on March 15, 2018

tata cara mandi wajib haid

Bagi para wanita muslim sudah tahukah Anda bagaimana tata cara mandi wajib haid yang benar? Hal tersebut tentunya menjadi hal yang harus diperhatikan karena hukumnya wajib. Mandi besar setelah haid biasanya dilakukan setiap selesai masa haid. Hampir semua wanita memang sudah mengetahui perintah untuk mandi wajib ini, namun masih banyak dari mereka yang belum mengetahui tata caranya yang benar. Untuk itu berikut tata cara mandi wajib setelah haid yang benar:

  1. Mengucapkan niat mandi wajib setelah haid

Segala sesuatu yang sifatnya ibadah atau untuk kebaikan haruslah diawali dengan niat. Begitupun ketika akan mandi wajib setelah haid. Ucapkan niat boleh di dalam hati ataupun dengan lisan. Bagi Anda yang tidak hafal niat dengan bahasa arab, bisa mengucapkannya dalam bahasa Indonesia. Namun, alangkah lebih baik jika Anda menghafal niat dengan bahasa Arab agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

  1. Membersihkan kemaluan

Tata cara mandi wajib haid yang pertama dilakukan setelah berniat adalah membersihkan kemaluan dari kotoran-kotoran yang masih menempel. Anda bisa membersihkannya dengan sabun atau daun Bidara yang memiliki lebih banyak khasiatnya untuk membersihkan organ intim Anda.

  1. Berwudhu

Anjuran wudhu dalam mandi wajb sebetulnya sunnah, namun akan lebih baik bila tetap berwudhu karena dapat menggugurkan dosa-dosa. Hal ini berdasarkan dalam hadist Rasulullah mengenai orang yang senantiasa membaguskan wudhunya maka akan berguguranlah dosa-dosanya.

  1. Menyiramkan air ke seluruh tubuh

Setelah selesai berwudhu, siramkan air bersih ke seluruh tubuh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Usahakan semua bagian tubuh Anda terkena air dan tidak ada bagian yang terlewatkan. Agar sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW, usahakan menyiramkan air pada anggota tubuh bagian kanan terlebih dahulu.

Setelah selesai mandi, sangat dianjurkan untuk menggunakan wewangian pada anggota tubuh yang terkena darah haid. Khususnya bagian Rahim atau farji. Hal tersebut dianjurkan karena sunnah dari Rasulullah SAW. Demikian tata cara mandi wajib haid yang baik dan benar, serta sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat.

Baca juga artikel terkait : Kusyuk dalam sholat taubat