Penjual Pentol di Masjid Ngawi Jawa Timur

by on August 23, 2017

Penjual Pentol di Masjid Ngawi Jawa Timur

Penjual Pentol di Masjid Ngawi Jawa Timur

Penjual Pentol di Masjid Ngawi Jawa Timur

Jajanan pentol sedang naik daun pada tahun-tahun terakhir, karena makanan tersebut selain murah, bergizi juga disukai oleh banyak kalangan. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua suka dengan jajanan ini. Harganya juga sangat pas dikantong, dengan 5 ribu bisa sudah mengenyangkan perut. Makanya, pedagang pentol ini sudah mulai menjamur dimana-mana, tidak terkecuali pedagang pentol yang ada di sekitar Masjid besar Ngawi Jawa Timur.

Kebetulan, pada waktu itu memang sedang mengikuti kegiatan Diklat pengurus karangtaruna di Masjid besar itu. Di Masjid itu memang sedang ada pertemuan karangtaruna Masjid dimana akan diadakan pembahasan tentang kinerja untuk menunjang serta membuat akhlak pemuda lebih baik lagi. Terutama untuk para pemuda yang saat ini memang membutuhkan bimbingan khusus agar senang pergi ke Masjid. Makanya, pada saat itu dibahas selainĀ  kinerja juga diskusi kegiatan yang sekiranya bisa sangat pas untuk membuat anak muda mudi kembali senang di Masjid.

Lagi asyiknya ngebahas, tiba-tiba ada mood yang berubah untuk ingin makan, dan makanan yang paling dinginkan adalah pentol. Memang makanan yang satu ini selalu menjadi fovorit dimanapun berada. Kemudian inginĀ  sekali pergi kedepan Masjid untuk sekedar mencari pengganjal perut itu.

Mata pun tertuju pada keberadaan pedagang pentol dengan gerobak hijau yang bertuliskan Pentol khas Ngawi. Kayaknya enak bener tuh makanan, dan tanpa tanggung-tanggung langsung membeli dengan jumlah yang cukup banyak biar bisa dimakan secara bareng-bareng nantinya. Yang jelas sama rombongan dari rumah.

Sambil menunggu, karena memang antri juga kita sempatkan ngobrol dengan pedagang tersebut. dia menceritakan tentang omset penjualannya yang bisa mencapai Rp. 3 juta rupiah per bulannya. Wau banyak sekali ternyata itupun katanya ketika ramai bisa mencapai segituan, dan dia yang lama-lama namanya ternyata Bapak Saiman ini sudah berjualan pentol puluhan tahun sekitar sepuluh tahunan. Dan dia selalu berkeliling dari desa ke desa ketika sore atau malam hari, tapi kalau pagi hingga siang pilih di tempak sekolah-sekolah yang memang banyak anak mencari makanan disitu.

Setelah melakukan obrolan dari panjang sampai lebar, akhirnya dapat giliran dilayani juga dan setelah bisa mendapatkan langsung kita bawa ke teman-teman yang sedang asyik ngobrol itu. Setelah hampir setengah waktu hari kita dan hasil dari pertemuan itu harus segera kita bawa ke Masjid untuk dipraktekan di Desa nanti agar yang muda dan mudi bisa kembali berbahagia di Masjid.