Latar Belakang BPUPKI Lengkap

by on November 11, 2017

latar belakang bpupki

BPUPKI Latar belakang dibentuknya 

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai atau dilafalkan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) ialah sesuatu tubuh yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepang terhadap tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. tubuh ini dibentuk sebagai upaya menemukan dukungan bangsa Indonesia dengan menjanjikan jikalau Jepang akan menolong sistem kemerdekaan Indonesia. BPUPKI mempunyai anggota sebanyak 63 orang. Dimulai dengan dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua, Hibangase Yosio (orang Jepang) sebagai wakil ketua, serta RP. Soeroso 

Adapun latar belakang penjawantah BPUPKI secara formil, termuat dalam Maklumat Gunseikan nomor 23 tanggal 29 Mei 1945, ditinjau dari latar belakang dikeluarnya Maklumat No. 23 itu ialah pasal kedudukan Facisme (kekuasaan) Jepang yang telah amatterancam. tersebutkan sebenarnya, kebijaksanaan Pemerintah Jepang dengan membentuk inii bukan merupakan kebaikan hati yang murni tapi Jepang cuma ingin mementingkan pribadinya sendiri, yaitu pertama; Jepang ingin mempertahankan sisa-sisa kekuatannya dengan metode memikat hati rakyat Indonesia, serta yang kedua; buat melakukan politik kolonialnya 

Di luar partisipan BPUPKI, dibentuk sesuatu tubuh Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. tubuh Tata Usaha ini dipimpin oleh RPSoeroso,. dengan wakil Abdoel Gafar Pringgodigdo serta Masuda (orang Jepang). BPUPKI sendiri bertugas menyidik serta menyelidiki hal yang berkaitan dengan beberapa aspek seperti tata pemerintahan, politik, ekonomi, serta semua hal yang diperlukan untuk mewujudkan Indonesia Merdeka .

latar belakang bpupki

latar belakang bpupki


Hasil sidang BPUPKI


Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945)

Sidang pertama BPUPKI membicarakan tentang rumusan basis negara Indonesia merdeka.

Ketua BPUPKI DR. Radjiman Wedyodiningrat melalui penyampaian pidato nya dalam pembukaannya meminta perhatian terhadap para partisipan tentang rumusan basis negara Indonesia tersebut. Tokoh-tokoh yang mengusulkan rumusan basis negara tersebut salah satu ialah Mr. Muh. Yamin, Prof. Dr. Supomo serta Ir. Soekarno

Sidang pertama BPUPKI berakhir terhadap tanggal 1 Juni 1945, namun belum menghasilkan keputusan akhir tentang basis negara Indonesia merdeka. Akhirnya diadakan waktu reses sepanjang satu bulan. selepas itu BPUPKI terhadap tanggal 22 Juni 1945 membentuk panitia kecil dengan tugas membahas usul serta konsep para partisipan tentang basis negara Indonesia.

Panitia kecil ini beranggotakan sembilan orang. Oleh pasal itu, panitia ini dikatakan juga dengan Panitia Sembilan. Panitia Sembilan ini beranggotakan Ir. Soekarno, Drs. Moh. hatta, Mr. Muh. Yamin, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. AA. Maramis, Abdulkahar Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim serta Abikusno Cokrosuyoso. Panitia Sembilan ini menghasilkan dokumen yang berisi asas serta sasaran negara Indonesia merdeka. Dokumen tersebut diketahuisebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter), yang isinya sebagai berikut :

1. Ketuhanan dengan mewajibkan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

2. basis kemanusiaan yang adil serta beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan/perwakilan

5. Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi semua rakyat Indonesia 

Sidang Kedua BPUPKI (10 Juli – 17 Juli 1945)


Sidang kedua BPUPKI membahas rancangan undang-undang dasar, salah satu tentang pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang UUD yang diketuai Ir. Soekarno. Panitia perancang ini selepas itu membentuk panitia kecil buat merumuskan rancangan UUD dengan segala pasal-pasalnya. Panitia kecil ini diketuai oleh Mr. Supomo dengan anggotanya Mr. Wongsonegoro, Ahmad Subarjo, AA. Maramis, RP. Singgih, H. Agus Salim serta Sukiman pada tanggal 11 Juli 1945. Panitia Perancang UUD secara bulat menetapkan Piagam Jakarta Charter sebagai Pembukaan UUD. buat menyempurnakan UUD dengan segala pasal-pasalnya diserahkan kepada paniti kecil yang hasilnya selepas itu diserahkan kepada Panitia Penghalus Bahasa yang anggotanya Husein Jayadiningrat, H. Agus Salim sertaSupomo pada tanggal 14 juli 1945, BPUPKI melanjutkan sidang buat mendapati report dari Panitia Perancang UUD. Ir. Soekarno sebagai ketua Panitia Perancang UUD menyiarkan tiga Perihal serius sebagai berikut :

1. Pernyataan Indonesia merdeka

2. Pembukaan UUD (diambil dari Piagam Jakarta)

3. Batang badan yang selepas itu dikatakan undang-undang basis.

Mau belajar lebih jauh tentang sejarah? Kunjungi LEARNSEJARAH.COM yang sangat mumpuni dalam website sejarahnya.